"Arah kebijakan pembiayaan non utang pada 2020 salah satunya adalah mendorong pembiayaan investasi kepada BUMN, Badan Layanan Umum (BLU), dan badan lainnya," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, di Komisi XI DPR, Senin (2/12).
Ia merinci, setidaknya enam BUMN akan menerima PMN tunai yakni PT PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, PT Hutama Karya (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, PT Geo Dipa Energi, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Industri Otomotif Ramai-ramai PHK Karyawan |
Pemerintah juga memberikan pembiayaan kepada SMF sebesar Rp2,5 triliun untuk program pembiayaan perumahan, khususnya Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Lalu, pembiayaan kepada PNM sebesar Rp1 triliun dan Geo Dipa Energi Rp700 miliar.
Lihat juga:Pengamat Sebut Rudiantara Mampu Urusi PLN |
"Ini adalah terobosan kebijakan dalam meningkatkan kinerja ekspor nasional dan menekan impor khususnya impor minyak dan gas melalui investasi kepada BUMN untuk penguatan neraca transaksi berjalan," tuturnya.
Di samping pembiayaan tunai, Kementerian Keuangan juga akan menyiapkan pembiayaan non tunai kepada PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (Persero) atau PANN dan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI.
Dalam hal ini, Kementerian Keuangan akan melakukan konversi utang atau subsidiary loan agreement (SLA) masing-masing perusahaan menjadi ekuitas. Untuk PANN, pemerintah menyiapkan PMN sebesar Rp3,76 triliun dan BPUI sebesar Rp270 miliar.
"PT PANN dari sisi pembiayaan memiliki anak usaha dari sisi pembiayaan investasi modal kerja dan multiguna yang sudah mendapat persetujuan OJK. Jadi ini nampaknya BUMN sektor maritim yang sudah berdiri cukup lama," jelas Sri Mulyani.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/sfr)