Tarmizi berujar Indonesia punya potensi zakat Rp217 triliun. Namun dari tahun ke tahun, pengumpulan zakat Baznas tak pernah bisa mencapai atau bahkan mendekati angka tersebut.
"Saya mengulas sedikit, 2017 itu potensi zakat Rp217 triliun. Sekarang ( 2019) baru terkumpul Rp9 triliun, sekitar 3 persen ya baru terkumpul. Ini pengurus ke depannya harus kerja keras meraih ini," kata Tarmizi saat ditemui di Kantor Kemenag, Jakarta, (3/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian memiliki integritas, sehat jasmani dan rohani, bukan anggota parpol, bukan anggota organisaai terlarang, dan tidak pernah melakukan pidana dengan ancaman hukuman lima tahun.
Untuk seleksi itu, Kemenag membentuk tim seleksi yang dipimpin Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, sedangkan Staf Menag Janedjri M. Gafar menjabat wakil ketua. Kemudian tim diisi beberapa anggota, yaitu Oman Fatuhurahman, Tarmizi, Tambrin, Teguh Widjinarko, Masduki Baidhowi, Ahmad Ishomuddin, dan Dadang Kahmad.
"Timsel akan memilih enam belas orang yang kemudian dilaporkan kepada Bapak Menteri Agama dan oleh Bapak Menag akan disampaikan ke Presiden untuk diangkat setelah mendapatkan pertimbangan dari DPR," ujarnya.
Tarmizi berharap Baznas periode baru juga harus memastikan zakat yang terkumpul bisa didistribusikan dengan baik. Menurutnya akan percuma banyak zakat terkumpul, tetapi gagal mengangkat martabat umat Islam dari sisi ekonomi.
"Kita ingin buktikan dengan zakat ini bisa perbaiki ekonomi umat Islam yang ada di Indonesia ini. Jangan kita lihat dari pengumpulannya banyak, tapi juga hasil untuk masyarakat jadi perhatian kita," ucapnya.
[Gambas:Video CNN] (dhf/sfr)