Mengutip Antara, harga minyak berjangka Brent turun 10 sen menjadi US$60,82 per barel. Sebaliknya, harga minyak WTI menguat 14 sen ke level US$56,1 per barel.
Trump menyatakan kesepakatan perdagangan dengan China kemungkinan harus menunggu hingga pemilihan umum presiden AS pada November 2020 mendatang. Pernyataan itu jelas menggugurkan harapan pasar terkait penyelesaian konflik perdagangan lebih cepat antara AS dan China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:IHSG Diramal Menguat Terbatas |
"Jadi sementara keputusan seperti itu dapat memicu harga minyak dalam waktu dekat," Presiden Ritterbusch and Associate Jim Ritterbusch.
Hanya saja, salah satu pejabat senior di Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan OPEC tidak akan mengubah pembatasan produksi mereka sampai prospek pasar terlihat lebih jelas dari posisi sekarang.
Diketahui, Menteri OPEC akan bertemu di Wina pada Kamis (5/12). Sementara, OPEC dan sekutunya atau OPEC+ bakal melakukan diskusi lebih luas pada keesokan harinya, Jumat (6/12).
[Gambas:Video CNN]
(aud/agt)