Berbeda dengan listrik prabayar yang dapat dikontrol, listrik pascabayar memiliki potensi tagihan 'membengkak'. Agar tidak kaget, ada baiknya tahu cara menghitung listrik pascabayar.
Pertama, pelanggan harus memahami golongan tarif listrik yang digunakan. Pasalnya, golongan tarif yang akan membedakan nominal tarif per kWH.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1 Kulkas daya 100 watt menyala selama 24 jam = 100 watt x 24 jam = 2.400 watt
1 TV daya 50 watt menyala 2 jam = 50 x 2 = 100 watt
1 AC daya 1.000 watt menyala 12 jam = 1.000 x 2 = 12.000 watt
5 lampu LED daya 10 watt menyala 12 jam = 5 x 10 x 12 = 600 watt
Total konsumsi listrik = 2.400 watt + 100 watt + 12.000 watt + 480 watt = 15.100 watt
Sehingga, konsumsi listrik satu rumah selama satu hari sebesar 15.100 watt.
Rumah dengan golongan 1.300 VA maka akan mengeluarkan biaya sekitar Rp664.551 per bulan untuk biaya listrik. Jumlah tersebut berasal dari 453 kWH x Rp1.467.
Perhitungan di atas hanya simulasi. Pelanggan bisa mulai menghitung besaran perangkat yang digunakan di rumah dan lama penggunaan agar tidak 'kaget' ketika mendapatkan tagihan.
[Gambas:Video CNN] (age)