Minyak Naik 3 Persen Terdorong Kabar Pemangkasan Produksi

CNN Indonesia | Kamis, 05/12/2019 07:18 WIB
Minyak Naik 3 Persen Terdorong Kabar Pemangkasan Produksi Harga minyak dunia naik 3 persen. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak mentah dunia melambung lebih dari tiga persen pada perdagangan Rabu (5/12). Pasar optimistis Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC) dan sekutunya akan memperpanjang pembatasan produksi.

Mengutip Antara, harga minyak berjangka Brent berakhir di level US$63 per barel atau naik 3,6 persen. Kemudian, harga minyak WTI menguat lebih signifikan mencapai 4,2 persen ke level US$58,43 per barel.

OPEC dan sekutunya akan melakukan pertemuan untuk membahas pengurangan produksi minyak di Wina pekan ini. Sejumlah pihak berpendapat mereka akan membatasi produksi lebih banyak demi menjaga harga minyak tahun depan.


Untuk mengingatkan, OPEC dan sekutunya sepakat untuk memangkas produksi minyak hingga 1,2 juta barel per hari sejak Januari 2019 sampai Maret 2020. Sementara, pertemuan di Wina untuk membahas apakah pemangkasan produksi akan kembali dilakukan setelah Maret 2020 mendatang.

Harga komoditas itu memang bergerak fluktuatif beberapa waktu terakhir. Ketidakpastian dari kelanjutan kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China menjadi penyebab utama harga minyak tak stabil.

Menteri perminyakan Irak Thamer Ghadhban mengatakan pemotongan produksi minyak yang lebih banyak menjadi harapan banyak pihak. Ia menjadi salah satu pihak yang mendukung untuk melanjutkan pemangkasan produksi setelah Maret 2020.

"Kami harus memberikan sinyal positif kepada pasar dan bagi saya setidaknya kami harus menggulirkan perjanjian saat ini," katanya, dikutip Kamis (5/12).

Sementara itu, pergerakan harga minyak dunia kemarin juga dipengaruhi oleh penurunan stok minyak di AS. Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatat pasokan minyak di Negeri Paman Sam merosot 4,9 juta barel dalam sepekan yang berakhir pada 29 November 2019 kemarin.

"Lonjakan aktivitas penyulingan dan impor bersih yang lesu mempengaruhi persediaan minyak dalam enam pekan terakhir," ucap Direktur Riset Komoditas Matt Smith.

[Gambas:Video CNN] (aud/agt)