Mengutip Antara, harga minyak mentah berjangka Brent turun US$0,58 ke level US$63,39 per barel. Kemudian, pelemahan harga minyak AS West Texas Intermediate (WTI) terlihat lebih dalam sebesar US$0,81 menjadi US$57,77 per barel.
Sebelumnya, harga minyak dunia sempat bertengger di zona hijau dalam dua hari berturut-turut, yakni Rabu (20/11) dan Kamis (21/11) kemarin. Tak tanggung-tanggung, kenaikannya bahkan mencapai lebih dari dua persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:IHSG Diramal Menguat Pekan Ini |
Pasar menganggap ketidakpastian perundingan perang dagang AS dan China akan memberikan tekanan terhadap ekonomi global. Bila ekonomi dunia semakin tak terkendali, maka akan berdampak pula pada harga minyak ke depannya.
Presiden China Xi Jinping mengatakan pihaknya siap membuat pakta perdagangan awal dengan AS untuk menghindari perang dagang. Namun, Negeri Tirai Bambu itu juga tak takut membalas AS jika memang diperlukan.
[Gambas:Video CNN]
Pemerintah China sendiri telah mengundang perunding perdagangan AS untuk membahas mengenai kelanjutan perang dagang. Hal ini juga sebagai upaya China untuk mencapai kesepakatan dengan AS.
"Faktor kunci untuk prospek permintaan minyak adalah negosiasi perdagangan (AS dan China)," kata Kepala Strategi Pasar di CMC Markets & Stockbroking Michael McCarthy (aud/agt)