Direksi Garuda Bungkam Ditanya Soal Pemberhentian Dirut

CNN Indonesia | Kamis, 05/12/2019 18:28 WIB
Direksi Garuda Indonesia memilih bungkam saat ditanya soal pemberhentian Ari Ashkara sebagai dirut. Direksi Garuda Indonesia enggan berkomentar saat ditanya soal pemberhentian Ari Askhara. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memilih bungkam saat ditanya terkait pemberhentian Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari Askhara. Pemberhentian Ari, merupakan keputusan Menteri BUMN Erick Thohir setelah mempertimbangkan hasil pemeriksaan Komite Audit.

Pantauan CNNIndonesia.com, Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah dan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal tampak mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VIII DPR RI pada Kamis, (5/12).

Usai rapat, awak media melemparkan pertanyaan kepada Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah terkait pemberhentian Ari. Akan tetapi, Pikri tutup mulut dan berlari menuruni tangga darurat menjauhi awak media.


"Ampun ya, ampun," ucapnya menghindari awak media.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal lepas dari pantauan awak media usai rapat.

Dalam kesempatan yang sama, VP Corporate Secretary Garuda M. Ikhsan Rosan mengatakan Garuda Indonesia akan mematuhi keputusan yang disampaikam Erick.

"Pokoknya kami apa yang disampaikan Pak Erick kami patuh dan mengikuti apa yang disampaikan Pak Erick," katanya singkat.

Sebelumnya, Erick menyatakan pembelian komponen Harley-Davidson merupakan pesanan Ari melalui pegawainya. Ari memerintah untuk mencarikan sepeda motor Harley-Davidson sejak 2018 lalu.

[Gambas:Video CNN]

"Saya sebagai Menteri BUMN akan memberhentikan Dirut Garuda," ujar Erick di Jakarta.

Skandal Harley, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan telah melakukan pemeriksaan atas impor komponen motor Harley Davidson bekas dan dua buah Sepeda Brompton yang diduga dilakukan secara ilegal. Komponen motor dan sepeda tersebut dibawa masuk ke Indonesia melalui pesawat Airbus A330-900.

Pesawat tersebut baru dan merupakan pesanan dari Garuda Indonesia. Kasubdit Humas Bea Cukai Deni Surjantoro mengatakan pesawat tersebut mendarat di Garuda Maintenance Facilities (GMF) pada 17 November lalu.

(ulf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK