Pengusaha Hotel Menanti Pesaing Bisnis Avtur Pertamina

CNN Indonesia | Sabtu, 07/12/2019 04:45 WIB
Pengusaha Hotel Menanti Pesaing Bisnis Avtur Pertamina Hariyadi menanti kedatangan pemain baru bisnis avtur di Indonesia. (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menanti kedatangan PT AKR Corporindo Tbk dan British Petroleum (BP) sebagai pemain baru pada bisnis avtur di Indonesia. Menurutnya, kehadiran pemain baru itu terganjal kesepakatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Tunda, tunda, tunda sampai hari ini. Pokoknya panjang lebar yang terakhir saya dengar PT Angkasa Pura yang masih tidak sepakat," katanya, Jumat (6/12).

Ia mengeluhkan lamanya proses kedatangan pemain baru avtur ke pasar. Hariyadi sendiri telah menyampaikan keluhan itu sejak Februari lalu. Akan tetapi, hingga saat ini rencana kedatangan pemain baru avtur tak kunjung terealisasi.


Hariyadi meyakini lewat kedatangan pemain baru, maka harga avtur di Indonesia makin kompetitif. Ujung-ujungnya, harga tiket penerbangan bisa lebih murah dan berimbas positif pada sektor pariwisata.

"Mungkin sekarang karena menteri-menteri sudah ganti semua, maka itu akan jalan. Jadi harus ada kompetisinya," imbuhnya.

Saat ini, PT Pertamina (Persero) merupakan pemain tunggal bisnis bahan bakar pesawat itu. Imbasnya, Pertamina ditengarai melakukan monopoli harga avtur.

Ihwal monopoli harga avtur pernah disinggung oleh Presiden Joko Widodo usai menerima laporan pengusaha. Kepala negara juga meminta Pertamina menurunkan harga avtur.

"Terus terang saya kaget, saya baru tahu dari Pak CT mengenai avtur yang ternyata dijual di Soekarno Hatta, itu dimonopoli oleh Pertamina sendiri," ucapnya.

Permintaan Jokowi ditindaklanjuti oleh para punggawanya. Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengaku akan mengundang investor lain untuk memasok kebutuhan avtur di dalam negeri supaya harganya bisa ditekan.

"Harga avtur itu harus turun. Dan tidak boleh satu, nggak boleh dimonopoli Pertamina. Kami masukin satu lagi atau dua lagi. Jadi ada pembanding sehingga juga memberi servis yang bagus," kata Luhut

Akan tetapi, Luhut menunda rapat terakhir terkait avtur lantaran menghadiri pertemuan dengan sejumlah petinggi Partai Golkar pada Selasa (3/12) lalu.

[Gambas:Video CNN]


(ulf/sfr)