Harga avtur yang dijual perusahaan migas pelat merah itu disebut Budi Karya bahkan lebih mahal 25 persen dibandingkan harga jual avtur di Singapura.
"Memang benar ada perbedaan harga (avtur), perbedaannya di 25 persen. Jadi, mahal sekali. Tadi pagi, saya ketemu dengan para operator bandara dan pemda, saya sudah sampaikan kepada Kementerian BUMN. Kalau sampai tidak ada penurunan harga di Pertamina, Februari kami masukkan partner yang lain," ujarnya di DPR, Senin (25/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra menuturkan saat ini harga avtur mengacu pada Mean of Platts Singapore (MOPS), seperti halnya negara-negara Asia Tenggara dan Jepang. Hal ini dikarenakan Indonesia belum memiliki harga publikasi produk.
Selain itu juga, harga avtur Singapura lebih tinggi ketimbang di Indonesia, yang menurut Basuki karena alasan operasional. Ia bilang lokasi kilang Singapura dengan Bandara Changi hanya berjarak 15 kilometer (km). Berbeda dengan Indonesia yang secara geografis negara kepulauan.
"Saya sudah menghubungi Erick Thohir (Menteri BUMN), dalam akhir minggu ini saya akan adakan rapat menteri BUMN dan stafnya," tandasnya. (hns/bir)