Targetkan Milenial, BPJamsostek Gelar Festival Selepas Kerja

BPJamsostek, CNN Indonesia | Sabtu, 07/12/2019 18:48 WIB
Targetkan Milenial, BPJamsostek Gelar Festival Selepas Kerja Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- BPJamsostek menggandeng Vice dengan menggelar Festival Selepas Kerja terkait dengan pengenalan lebih dalam jaminan sosial tenaga kerja ke pekerja muda.

Direktur Umum dan SDM BPJamsostek Naufal Mahfudz menuturkan kegiatan itu sekaligus untuk memeriahkan HUT BPJamsostek ke-42 dan diseminasi program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Side Hustle menjadi topik pertama pada acara tersebut yang membahas tentang pekerja yang memiliki pekerjaan lebih dari satu namun tetap bisa menyeimbangkan pekerjaan-pekerjaan itu.


Topik ini menghadirkan Paquita Genuschka, seorang penyiar radio dan pemilik restoran, Pangeran Siahaan CEO Asumsi & Football Player serta Dea Rizkita seorang psikolog, dosen dan model.


Pada sesi kedua talkshow Naufal juga bertindak sebagai pembicara bersama Haikal Bekti Anggoro, Adi Renaldi, dan Fathia Izzati menyuguhkan obrolan bertema Guide to Work-Life Balance of a Budak Korporat.

"Semoga dengan adanya perbincangan ini istilah Budak Korporat bisa berubah menjadi Sobat Korporat agar pekerja muda bisa merasa selalu senang saat bekerja di perusahaan tempat mereka bekerja sama seperti perasaan senang saat mereka sedang berkumpul bersama sobat-sobatnya," kata Naufal.

Tema lainnya, acara itu juga mengundang Ligwina Hananto sebagai Financial Advisor untuk berbincang mengenai bagaimana seorang pekerja muda bisa sejahtera dari sisi ekonomi dari kondisi hari ini hingga memasuki usia tua atau pensiun.

Pengalaman Terpuruk

Topik The Time That I Messed Up juga menarik karena narasumber berbagi pengalamannya untuk bisa bangkit setelah terpuruk dan berada di titik terendah pada bidang pekerjaan yang digeluti.

"Di usia 42 tahun ini kami terus berupaya untuk berinovasi dalam mengedukasi program dan manfaat BPJamsostek dengan cara menarik yang menyesuaikan dengan berbagai kalangan pekerja agar seluruh masyarakat pekerja dapat memahami pentingnya memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Naufal.

(asa)


ARTIKEL TERKAIT