Kemudian, rute London kembali diterbangkan. Kali ini, manajemen menghentikan rute sebagai salah satu upaya perusahaan dalam melakukan restrukturisasi bisnis.
"Kami sedang meninjau Eropa. Terbang ke Eropa tidak terlalu urgent (mendesak). Kami ingin perusahaan ini agar lebih sehat," terang Direktur Niaga Pikri Ilham Kurniansyah, Kamis (12/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Penerbangan London ditutup) karena kami melihat dari sisi profitabilitas dan sebagainya," terang Pikri.
"Kami akan bahas khusus. Nanti kami akan evaluasi. Kami akan terbang dengan kompetensi kami, yang terkuat di mana," ujar Pikri.
Sebelumnya, manajemen memang sempat menyatakan niatnya untuk menutup rute Jakarta-London. Keputusan itu diambil karena pihaknya tak mampu lagi memberikan subsidi untuk rute Jakarta-London.
Selain itu, perusahaan juga akan mengurangi frekuensi penerbangan Jakarta-Amsterdam dari enam kali menjadi hanya tiga kali. Namun, manajemen akan menutup dulu rute Jakarta-London sebelum tujuan Amsterdam dikurangi.
"(Sekarang Amsterdam) masih tetap ada," pungkas Pikri.
[Gambas:Video CNN] (aud/bir)