Perubahan Tarif Royalti Nikel Bikin Antam Optimistis

PT Aneka Tambang, CNN Indonesia | Sabtu, 14/12/2019 20:07 WIB
Perubahan Tarif Royalti Nikel Bikin Antam Optimistis Ilustrasi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. (Dok. Antam)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Aneka Tambang (Antam) Tbk menyambut positif terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 81 tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Beleid tersebut menyatakan perubahan royalti nikel naik menjadi 10%.

"Perusahaan mengapresiasi langkah Pemerintah merubah komposisi royalti komoditas nikel untuk tujuan hilirisasi. Royalti bijih nikel memang naik, tetapi untuk feronikel turun dari 4% menjadi 2%" tutur Plh SVP Corporate Secretary, Dede Izudin.

Dalam laporan per-kuartal dari perusahaan plat merah berkode emiten ANTM ini, komoditas feronikel merupakan komoditi dengan nilai penjualan terbesar kedua dalam sembilan bulan pertama tahun 2019.


Tercatat volume produksi feronikel mencapai 19.052 ton nikel dalam feronikel (TNi) dengan tingkat penjualan feronikel sebesar 19.703 TNi atau naik sebesar 3% dibandingkan periode kuartal pada tahun sebelumnya sebesar 19.149 TNi.

Penjualan feronikel pada 2019 ini menjadi salah satu sumber keuntungan terbesar kedua dari total penjualan bersih ANTM, dengan nilai penjualan sebesar Rp3,61 triliun atau 15% dari total penjualan bersih hingga September 2019.

Dede Izudin menyatakan penurunan tarif royalti feronikel diharapkan membawa dampak positif di tahun depan.

"Penerapan tarif royalti feronikel yang baru bagi Antam cukup favorable meskipun untuk bijih nikel naik" kata Dede.

"Di tahun 2020 sudah tidak ada lagi ekspor bijih nikel, sehingga optimalisasi kinerja komoditas feronikel dan emas menjadi penting."

Selain feronikel, ANTAM juga mencatat komoditas emas menjadi kontributor keuntungan terbesar hingga September 2019. Nilai penjualan bersih emas ANTAM hingga September 2019 tercatat sebesar Rp24,53 triliun, tumbuh signifikan 23% dibandingkan capaian penjualan pada periode yang sama di tahun 2018 sebesar Rp19,95 triliun.

Catatan tersebut menyatakan bahwa komoditas emas merupakan komponen terbesar pendapatan Antam, berkontribusi sebesar Rp17,03 triliun atau 69% dari total penjualan bersih hingga September 2019.

Di tahun ini Antam berupaya mengoptimalkan kinerja produksi dan penjualan untuk menggenjot PNBP.

Tahun lalu ANTM telah menyetorkan PNBP sebesar Rp576 miliar. Perusahaan juga diapresiasi oleh Kementerian ESDM pada Subroto Award sebagai salah satu pemberi PNBP terbesar di sektor pertambangan.

Antam juga masuk 3 nominasi kategori Perusahaan dengan pembayar PNBP terbaik, Perusahaan dengan pembayar PNBP terbesar, dan Perusahaan tambang yang melaksanakan hilirisasi terintegrasi terbaik oleh Indonesian Mining Association (IMA) (vws)