IHSG Kinclong Sambut Sinyal Damai Perang Dagang AS-China

CNN Indonesia | Senin, 16/12/2019 07:26 WIB
IHSG Kinclong Sambut Sinyal Damai Perang Dagang AS-China IHSG diprediksi kinclong pada perdagangan Senin (16/12) karena sinyal positif kesepakatan perang dagang AS-China. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak perkasa pada perdagangan Senin (16/12). Sinyal positif kesepakatan perang dagang AS dan China memberikan optimisme di pasar.

"Perjanjian dagang fase satu AS-China diperkirakan diumumkan dengan serangkaian berita positif mengenai kesepakatan dari kedua negara ekonomi terbesar di dunia," terang Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi dalam risetnya Senin (16/12).

Mengutip CNN, Presiden AS Donald Trump telah menyetujui kesepakatan dagang fase pertama dengan China. Kesepakatan itu mencakup banyak hal, seperti pembelian besar-besaran produk pertanian, energi, dan manufaktur.

Trump juga membatalkan putaran tarif baru untuk produk impor China yang sedianya berlaku pada Minggu (15/12). Bahkan, ia mengatakan akan memangkas beberapa tarif lainnya.

Selanjutnya, negosiasi terkait putaran tarif berikutnya akan segera dimulai sebelum pemilihan presiden 2020.

"Ini kesepakatan luar biasa untuk semua. Terima kasih!" tulis Trump.

Karenanya, Lanjar memprediksi indeks saham bergerak di rentang support 6.178 dan resistance 6.220. Namun demikian, volume perdagangan masih di bawah rata-rata, sehingga sinyal pelemahan masih membayangi IHSG.

"Kami perkirakan IHSG bergerak cenderung menguat terkonsolidasi mencoba bertahan di atas level 6.200 di awal pekan," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
Sebaliknya, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan meramalkan IHSG bergerak lesu. Menurut dia, investor masih menunggu hasil resmi negosiasi dagang AS China, meskipun Trump telah melemparkan sinyal positif.

"Secara teknikal, indeks mengindikasikan potensi pelemahan," katanya.

Dari domestik, ia bilang investor menunggu data neraca perdagangan dari Badan Pusat Statistik (BPS). Ia memperkirakan indeks bergerak di rentang support 6.158-6.178 dan resistance 6.207-6.216.

Sebagai catatan, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$161 juta pada Oktober 2019. Posisi ini berbanding terbalik dari September 2019 yang defisit US$160 juta.

IHSG terpantau bergerak perkasa pada perdagangan Jumat (13/12). Indeks ditutup di level 6.179 naik 57,92 poin atau 0,94 persen. Sepanjang pekan, indeks saham berhasil naik 0,17 persen.

Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak menguat. Indeks Dow Jones naik 0,01 persen ke posisi 28.135, S&P 500 bertambah 0,01 persen ke level 3.168, dan Nasdaq Composite menguat 0,20 persen menjadi 8.734.


(ulf/bir)