Garuda Respons Isu 'Mark Up' Harga Airbus: Yuk ke KPK

CNN Indonesia | Senin, 16/12/2019 08:04 WIB
Garuda Respons Isu 'Mark Up' Harga Airbus: Yuk ke KPK Tommy Tampatty, Ketua Sekarga, menolak tuduhan akun anonim yang menyebutnya telah melakukan mark up harga pesawat Garuda jenis Airbus. (AFP/Romeo Gacad).
Jakarta, CNN Indonesia -- Tommy Tampatty, Ketua Harian Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk atawa Sekarga, menolak mentah-mentah tuduhan akun anonim yang menyebutkan ia telah menaikkan harga (mark up) pesawat jenis Airbus.

Ia menegaskan seluruh informasi yang ditulis akun Twitter @digeeembok tersebut tidak lah benar. Ia bahkan menuding balik upaya segelintir orang untuk menjatuhkan nama Garuda Indonesia, termasuk Sekarga.

"Saya tegaskan bahwa tuduhan itu tidak benar. Saya berani menantang siapa pun kalau benar mereka ada bukti, yuk sama-sama melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," imbuh Tommy kepada CNNIndonesia.com, akhir pekan ini.

Sebelumnya, akun Twitter @digeeembok menyebut Tommy mark up harga pemesanan pesawat Airbus A330-300 pada rentang waktu 1988-1992 silam.
[Gambas:Video CNN]
Menurut akun tersebut, harga pesawat tersebut dibeli Garuda Indonesia US$214 juta per unit. Garuda sendiri memesan enam unit yang berarti perusahaan menggelontorkan dana sebesar US$1,2 miliar.

"Padahal, pada 2003, harga Airbus A330-300 adalah US$140 juta," tulis pemilik akun @digeeembok.

Mengutip laman resmi airbus.com, harga rata-rata pesawat Airbus A330-300 pada 2018 lalu sebesar US$264,2 juta atau setara dengan Rp3,69 triliun jika menggunakan kurs Rp14 ribu per dolar Amerika Serikat (AS).

Atas tudingan itu, Tommy merespons bahwa dirinya masih menjadi pegawai honorer pada 1988. Ia baru menjadi calon pegawai pada 1992.

"Saya harap tidak mempercayai situs tersebut (akun twitter @digeeembok)," tutur Tommy.

CNNIndonesia.com juga berusaha mengkonfirmasi tudingan ini kepada Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Garuda Indonesia Fuad Rizal dan Vice President Corporate Secretary M. Ikhsan Rosan, namun keduanya belum merespons.


(aud/bir)