PUPR Bangun Bendungan Seharga Rp2,5 Triliun di Lampung

CNN Indonesia | Senin, 16/12/2019 11:16 WIB
PUPR Bangun Bendungan Seharga Rp2,5 Triliun di Lampung Kementerian PUPR membangun dua bendungan di Lampung, yaitu Way Sekampung dan Margatiga. Keduanya bernilai Rp2,5 triliun. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian PUPR membangun dua bendungan untuk mendukung lumbung pangan nasional, yakni Bendungan Way Sekampung dan Bendungan Margatiga.

Kedua bendungan menelan biaya sekitar Rp2,5 triliun, terdiri dari Rp1,7 triliun untuk Way Sekampung dan Rp813 miliar untuk Margatiga.

"Pengelolaan sumber daya air dan irigasi akan terus dilanjutkan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi, seperti dikutip Antara, Senin (15/12).

Bendungan Way Sekampung berkapasitas tampung 68 juta meter kubik. Rencananya, bendungan ini akan dimanfaatkan untuk menambah areal irigasi seluas 15.000 hektare (ha) dalam Sistem Irigasi Sekampung menjadi total 70 ribu ha. Dengan begitu, intensitas tanma meningkat menjadi 260 persen, terutama di Kabupaten Pringsewu.

Bendungan Way Sekampung akan menyediakan air baku untuk Kota Bandar Lampung, Kota Metro, dan Kabupaten Lampung Selatan sebesar 2.480 liter per detik. Dengan potensi listrik 5,4 Megawatt (MW). Saat ini, progres fisik bendungan sudah 77,5 persen.

Basuki merinci biaya pembangunan Bendungan Way Sekampung sebesar Rp1,7 triliun terdiri dari dua paket pengerjaan, yakni oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) senilai Rp873 miliar dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebesar Rp829 miliar.

Sementara, untuk Bendungan Margatiga, kapasitas tampungnya mencapai 147,94 juta meter kubik di hilir sungai Way Sekampung. Pembangunan bendungan ini akan mengairi lahan irigasi seluas 10.950 ha, sekaligus sumber air baku berkapasitas 830 liter per detik.

Konstruksi Bendungan Margatiga dikerjakan oleh Waskita Karya dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, KSO dengan nilai kontrak Rp813 miliar. Progres fisik bendungan ini mencapai 23,37 persen dan ditargetkan rampung pada 2021 mendatang.

Menurut Basuki, kehadiran bendungan tidak hanya untuk ketahanan air baku, energi, dan pengendalian banjir. Tetapi juga potensi pariwisata untuk menumbuhkan ekonomi lokal.

Selai Way Sekampung dan Margatiga, Kementerian PUPR juga tengah membangun Bendung Seguruh dan Jabung. "Semuanya dibangun untuk mengoptimalkan air sungai Way Sekampung yang potensinya besar, terutama untuk irigasi," jelas Basuki.
[Gambas:Video CNN]


(Antara/bir)