Jokowi Klaim Sudah Kenali 'Mafia' Migas

CNN Indonesia | Senin, 16/12/2019 12:37 WIB
Jokowi Klaim Sudah Kenali 'Mafia' Migas Jokowi mengklaim sudah tahu 'mafia' yang bermain dalam impor migas dan sudah memperingatkan mereka. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sudah mengetahui pihak-pihak yang suka 'bermain' dalam impor gas dan minyak selama ini. Jokowi juga mengaku sudah memperingatkan 'pemain' impor migas tersebut.

Hal itu Jokowi sampaikan saat sambutan Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 - 2024, di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/12).

"Saya ingatkan bolak-balik kamu hati-hati, saya ikuti kamu, jangan halangi orang ingin membikin batu bara jadi gas. Gara-gara kamu senang impor gas," kata Jokowi.


Jokowi mengklaim 'pemain' itu sudah mengeluh walaupun Indonesia masih berencana memproduksi gas sendiri. Pasalnya, kata Jokowi, gas bisa diproduksi sendiri karena Indonesia memiliki banyak batu bara.

"Kalau ini bisa dibikin udah enggak ada impor gas lagi. Saya kerja apa pak? Ya terserah kamu. Kamu sudah lama menikmati ini," ujarnya.

Jokowi menyebut masalah yang sama juga terjadi pada komoditi minyak. Menurutnya, selama ini impor minyak Indonesia mencapai sekitar 700 sampai 800 ribu barel per hari.

Padahal, kata Jokowi, Indonesia memiliki banyak sumur minyak.

"Kenapa enggak genjot produksi? Karena ada yang masih senang impor minyak. Udah saya pelajari enggak benar kita ini," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]
Mantan gubernur DKI Jakarta itu juga menyinggung soal impor avtur. Ia heran mengapa masih ada yang senang melakukan impor avtur.

"Karena ada yang hobinya impor, karena untung gede, sehingga tranformasi ekonomi kita mandeg karena hal-hal ini," ujarnya.

Jokowi pun memerintahkan agar sumber daya alam seperti nikel, bauksit, hingga batu bara yang diekspor tidak dalam bentuk bahan mentah. Ia meminta agar komoditi itu diubah ke bahan jadi atau setengah jadi.

"Kalau bisa dilakukan target tiga tahun rampung, daerah saya minta ini dibantu, untuk perizinan, sehingga transformasi ekonomi terjadi. Enggak ada defisit transaksi berjalan lagi," katanya.

(fra/agt)