"Nanti ada perubahan kepengurusan, ini perlu penyegaran saja," ucap Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga, Selasa (17/12).
Hanya saja, Arya tak menyebut detail anak usaha Inalum mana saja yang akan mengalami perubahan direksi dan komisaris. Ia juga enggan membocorkan kapan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) akan dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arya bilang perubahan posisi ini akan menyesuaikan latar belakang dari masing-masing direksi. Dengan demikian, operasional bisnis bisa lebih optimal ke depannya.
"Jadi penempatan baru saja, menempatkan orang pada posisi yang benar," kata Arya.
Beberapa waktu terakhir pemerintah memang sedang mengubah susunan direksi dan komisaris sejumlah perusahaan pelat merah. Beberapa BUMN yang sudah mengalami perubahan, yakni PT Pertamina (Persero), PT BTN (Persero) Tbk, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
[Gambas:Video CNN] (aud/agt)