Mengutip Kementerian Keuangan, utang itu mayoritas berasal dari surat berharga negara (SBN) sebesar Rp4.044,27 triliun atau meningkat 11,99 persen dari sebelumnya Rp3.611,59 triliun. Sisanya, sebanyak Rp770,04 triliun berasal dari pinjaman biasa.
Sementara, rasio utang pemerintah pada November 2019 tembus 30,03 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Rasionya naik dari Oktober 2019 yang masih di angka 29 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Realisasi pembiayaan sampai 30 November 2019 Rp442 triliun atau sudah di atas target pembiayaan tahun ini," kata Sri Mulyani.
Catatan Kemenkeu memperlihatkan total pembiayaan utang setara dengan 123,3 persen terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pembiayaan tersebut juga naik 21,8 persen dibandingkan November 2018 lalu.
"Realisasi pembiayaan utang ini karena ada front loading (penerbitan surat utang pada awal tahun). Jadi akhir tahun sudah fully funded," pungkas dia.
[Gambas:Video CNN]
(aud/agt)