"Itu langkah awal dulu, dari situ mungkin nanti ada dana Rp1,5 triliun-Rp2 triliun per tahun," katanya di Jakarta, Senin (23/12).
Erick mengatakan rencana pembentukan holding BUMN asuransi akan dibahas dengan Presiden Joko Widodo pada Senin (23/12) ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Erick Thohir Akan Likuidasi BUMN 'Sakit' |
Selain membentuk holding BUMN asuransi, untuk menjamin kepastian pengembalian dana nasabah, Erick mengatakan pihaknya juga punya dua strategi lain. Namun sampai dengan saat ia masih belum mau menjelaskan dua langkah lanjutan yang dimaksudnya tersebut.
"Ya tentu saya bisa belum bisa bicara lancar ke 2 dan 3 secara korporasi. Takutnya nanti salah persepsi. Intinya pemerintah pasti akan memberikan solusi supaya ada kepastian," katanya.
Pada Oktober 2018 lalu, perseroan kedapatan meminta penundaan pembayaran klaim polis jatuh tempo sebesar Rp802 miliar akibat tekanan likuiditas. Erick mengatakan masalah keuangan yang menimpa Jiwasraya merupakan penyakit lama.
Secara spesifik, ia menyebut masalah terjadi sejak 2006. Ia membantah penyebutan waktu terjadinya masalah keuangan yang menimpa Jiwasraya tersebut dilakukan untuk mendiskreditkan pemerintahan waktu itu.
"Memang sejak 2006. Sampai sekarang pemerintah bekerja untuk hal-hal seperti itu dan bukan untuk dikotomi, oh ini pemerintah dulu dan ini pemerintah sekarang, tidak," katanya.
[Gambas:Video CNN]
(uli/agt)