Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan aktivitas perdagangan cenderung sepi sepanjang pekan lalu. Kondisi itu tercermin dari nilai transaksi akhir pekan di bawah rata-rata hanya Rp5,73 triliun.
"Kami perkirakan IHSG akan bergerak menguat cenderung terbatas," katanya dalam riset dikutip Senin (6/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memproyeksi IHSG menguat pada awal pekan.
Ia bilang kenaikan IHSG ditopang data inflasi 2019 yang cukup baik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Desember 2019 sebesar 0,34 persen. Secara tahunan, inflasi hanya 2,72 persen lebih rendah dari inflasi 2018 sebesar 3,13 persen dan 2017 yakni 3,61 persen.
"Ini akan menopang kenaikan IHSG dalam beberapa waktu ke depan, " ujarnya.
Ia memperkirakan IHSG melaju di rentang support 6.198 dan resistance 6.402.
Pekan lalu, IHSG menghijau ke posisi 6.323. Indeks saham ditutup menguat 39,88 poin atau 0,63 persen pada perdagangan akhir pekan, Jumat (3/1). Namun demikian, IHSG justru mengalami koreksi 0,09 persen dalam sepekan.
Sementara itu, saham-saham Wall Street kompak melemah. Indeks Dow Jones turun 0,81 persen ke posisi 28.634, S&P 500 koreksi 0,71 persen menjadi 3.234, dan Nasdaq Composite melemah 0,79 persen menjadi 9.020.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/sfr)