Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.961 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi Jumat (3/12), yakni Rp13.899 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, won Korea melemah 0,43 persen, rupee India melemah 0,35 persen dan dolar Taiwan melemah 0,15 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:IHSG Terjungkal ke 6.257 di Awal Pekan |
Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah masih disebabkan oleh sentimen hubungan AS kepada Iran yang memanas.
Sebelumnya, dampak geopolitik di timur tengah akibat serangan pasukan Amerika Serikat (AS) di Irak yang mengakibatkan Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani dan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis terbunuh.
Menurut Ibrahim, rupiah dapat semakin melemah akibat sentimen negatif tersebut. Pasalnya, hubungan kedua negara belum kunjung menemui titik cerah.
Kabar terakhir, AS mengancam akan merespons Iran apabila Iran berencana untuk membalas tindakan AS. Sementara, pihak Iran sendiri menyatakan tak akan tinggal diam.
[Gambas:Video CNN]
Akibatnya, lanjut Ibrahim, rupiah terancam semakin melemah hingga berpotensi mendaki ke level Rp14 ribu per dolar AS.
"Rupiah bisa kembali melemah hingga level Rp14.000 per dolar AS," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ibrahim memprediksi rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp13.900 hingga Rp14.100 pada perdagangan Selasa (7/1). (ara/bir)