"Presiden memberi kami target 3 bulan harus selesai, Maret harus selesai. Jadi saya challenge (tantang) awal Maret kami sudah bisa selesai, jadi kami mau harga gas di US$6," katanya, Senin (6/1).
Ia tetap optimis harga tersebut dapat tercapai meskipun harga gas industri di hulu sudah relatif tinggi. Menurut dia, salah satu penyebab tingginya harga gas industri adalah biaya tumpang tindih alias redundant cost.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Idealnya, lanjut dia, harga gas industri dalam negeri tidak terpaut jauh dengan harga di pasar internasional. Pasalnya, penentuan harga gas industri mengikuti permintaan dan pasokan di pasar. Di sisi lain, meski permintaan banyak namun, ia bilang pasokan gas industri dalam negeri cukup banyak.
Namun demikian, ia tidak menyarankan subsidi gas industri sebagai solusi. Menurutnya, salah satu solusi tepat adalah mencari sumber gas industri dengan harga yang lebih miring.
Untuk diketahui, harga gas industri dalam negeri sudah diatur oleh pemerintah. Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016 mengenai Penetapan Harga Gas Bumi untuk Industri Tertentu sebesar US$6 per MMBTU.
[Gambas:Video CNN] (ulf/age)