"Jadi kita enggak boleh kalah dengan gerakan itu (kapal nelayan asing). Yang paling penting bagaimana laut dan sekitarnya sepanjang perbatasan itu kita isi dengan nelayan kita," kata Edhy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (6/1).
Edhy menyebut sejak menerima informasi dari nelayan ada kapal asing masuk wilayah ZEE Indonesia, di perairan Natuna, Kepulauan Riau, pihaknya langsung bergerak. Ia menyebut telah menangkap tiga kapal asing pada 30 Desember lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, saat ditanya apakah penenggelaman kapal nelayan asing akan kembali dilakukan untuk memberikan efek jera, Edhy tak menjawab. Ia memilih meninggalkan awak media menuju mobilnya.
[Gambas:Video CNN] (fra/age)