AS-Iran Tegang, Chevron Tarik Karyawannya dari Irak

CNN Indonesia | Selasa, 07/01/2020 06:05 WIB
AS-Iran Tegang, Chevron Tarik Karyawannya dari Irak Ilustrasi ladang minyak. (HAIDAR MOHAMMED ALI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Chevron memutuskan untuk mengevakuasi semua pekerja minyak Amerika Serikat (AS) dari wilayah Kurdistan di bagian utara Irak. Evakuasi dilakukan menyusul peningkatan ketegangan hubungan antara AS dengan Iran.

Peningkatan ketegangan terjadi setelah AS membunuh jenderal top Iran Qasem Soleimani pekan lalu. Chevron, perusahaan minyak nomor 2 Amerika melalui pernyataan mengatakan evakuasi dilakukan demi menjaga keselamatan pegawai.

"Keselamatan orang-orang dan fasilitas kami adalah prioritas utama Chevron secara global," kata Chevron seperti dikutip dari kepada CNN, Selasa (7/1).


Perusahaan menyatakan evakuasi dilakukan setelah kementerian perminyakan Irak mencatat sejumlah orang Amerika yang bekerja di Irak selatan meninggalkan negara itu.

Aksi mereka lakukan setelah Amerika Serikat mendesak warganya untuk segera keluar dari wilayah tersebut karena meningkatnya ketegangan politik di kawasan tersebut.

Kondisi politik di kawasan Timur Tengah memanas. Kondisi tersebut dipicu oleh pembunuhan yang dilakukan oleh tentara AS terhadap jenderal top Iran Qasem Soleimani.

Pembunuhan tersebut dilakukan atas arahan Presiden AS Donald Trump. Soleimani selama ini dipandang sebagai orang paling kuat kedua di Iran. Tak heran pembunuhannya menciptakan ketegangan paling dramatis antara Washington dan Teheran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei usai pembunuhan terjadi bersumpah akan membalas dendam kepada AS.

[Gambas:Video CNN]
"Balas dendam yang besar akan dikenakan terhadap para kriminal yang melumuri tangan-tangan bodoh mereka dengan darahnya (Soleimani). Insya Allah, pengabdian dan jasanya tidak akan berhenti," kata Khamenei melalui kicauannya di Twitter beberapa waktu lalu.

Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang 52 basis Iran termasuk situs budaya jika Teheran berani menyerang balik aset-aset dan warga Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai balasan atas kematian Mayor Jenderal Qasem Soleimani.

"Biarkan (pembunuhan Soleimani) dijadikan peringatan jika Iran berani menyerang warga atau aset Amerika, kami akan menargetkan 52 situs Iran," kata Trump melalui kicauan di Twitter pada Minggu (5/1).

(agt/agt)