Ketegangan AS-Iran Meningkat, Harga Minyak Menguat

CNN Indonesia | Senin, 06/01/2020 07:40 WIB
Ketegangan AS-Iran Meningkat, Harga Minyak Menguat Harga minyak menguat seiring memanaskan tensi AS-Iran. (CNN Indonesia/Agus Triyono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Jumat (3/1), waktu Amerika Serikat (AS). Penguatan terjadi setelah pasukan AS membunuh Komandan Korps Pengawal Revolusi Pasukan Quds Islam Iran Qassem Soelamani dalam serangan udara di Baghdad pada hari yang sama.

Dilansir dari Antara, Senin (6/11), harga patokan minyak AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari melonjak 1,87 dolar AS, dari US$64,09 menjadi US$63,05 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret melonjak 2,35 dolar menjadi pada US$68,60 per barel di London ICE Futures Exchange.


Tewasnya Soelamani memicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Hal itu membuat pelaku pasar khawatir produksi energi di wilayah kaya minyak itu terganggu. Sebagai catatan, berdasarkan catatan para ahli, Timur Tengah menyumbang hampir sepertiga dari pasokan minyak global.

Selain itu, harga minyak juga mendapatkan dorongan dari penurunan stok minyak mentah AS yang lebih besar dari yang diperkirakan

Pada Jumat (3/1) lalu, Badan Administrasi Informasi Energi AS (EIA) AS menyatakan persediaan minyak mentah komersial AS turun 11,5 juta barel untuk pekan yang berakhir 27 Desember. Padahal, analis memperkirakan penurunan hanya 5,5 juta barel.

[Gambas:Video CNN] (Antara/sfr)