"Ya kan salah satu metode supaya tata kelola perusahaan itu terjaga dengan go public. Kalau go public semua orang mengawasi," ucap Erick, Kamis (9/1).
Namun, Erick menyatakan masih mengkaji pembentukan skema holding rumah sakit secara matang. Sejauh ini, belum ada hitungan mengenai jumlah rumah sakit yang akan menjadi anggota holding dan perusahaan mana yang menjadi induknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah ini kan cukup potensial. Sayang kalau tidak jadi bisnis utama," terang dia.
Ia berencana menaikkan kualitas dan pelayanan dari rumah sakit BUMN setelah dibentuknya holding. Dengan demikian, masyarakat akan lebih banyak berobat di dalam negeri.
Diketahui, Kementerian BUMN sedang mengevaluasi seluruh perusahaan pelat merah. Erick berencana menggabungkan anak hingga cicit usaha BUMN yang tidak bergerak sesuai dengan bisnis inti (core business) induk usaha.
Sebelumnya, Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menyatakan pemerintah akan melakukan konsolidasi anak usaha perusahaan pelat merah di sektor pendidikan, khususnya universitas. Saat ini, pemerintah masih melakukan pendataan terkait sektor anak usaha BUMN.
Tak hanya itu, Kementerian BUMN juga akan menggabungkan 85 hotel yang berada di bawah naungan perusahaan pelat merah. Namun, belum ada target yang pasti kapan proses pembentukan holding rumah sakit dan konsolidasi anak hingga cicit usaha akan rampung.
[Gambas:Video CNN] (aud/bir)