Diketahui, Iran meluncurkan rudal ke pasukan militer AS dan kedutaan besar Negeri Paman Sam di Irak. Kiriman rudal itu merupakan aksi balas dendam kepada AS atas kematian perwira tinggi militer Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani akibat serangan drone AS di Baghdad pekan lalu.
Sementara, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan tumbuh 2,5 persen pada 2020. Memang, proyeksi ini lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 2,7 persen, namun proyeksi itu menandakan perbaikan ekonomi dunia pada tahun depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Respons Moody's
Di sisi lain, Sri Mulyani turut menanggapi proyeksi perlambatan ekonomi negara-negara di kawasan Asia Pasifik seperti dilaporkan lembaga pemeringkat internasional Moody's Investor Service. Dalam laporan ekonomi edisi Januari 2020, Moody's memperkirakan rata-rata ekonomi negara-negara di Asia Pasifik akan tumbuh 4 persen pada 2019-2021.
Proyeksi itu lebih rendah ketimbang periode 2014-2018 sebesar 4,4 persen. Faktor utama pelemahan ekonomi Asia Pasifik berasal dari ketidakpastian pada hubungan dagang Amerika Serikat dan China.
Bersamaan dengan proyeksi ini, mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu kembali menekankan bahwa pemerintah akan terus mengawasi perkembangan dinamika yang terjadi.
"Makanya saya selalu mengatakan bahwa dinamika lah yang harus terus kami kawal atau kelola supaya tidak terlalu besar imbasnya ke dalam negeri," pungkasnya. (uli/bir)