Mengutip surat yang ditandatangani Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, ia meminta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi baru memberlakukan kebijakan Zero ODOL pada 2023 atau 2025. Agus menilai industri butuh waktu untuk menyesuaikan dengan kebijakan baru tersebut.
"Kiranya saudara (Menhub) dapat mempertimbangkan dan meninjau kembali pemberlakuan kebijakan Zero ODOL secara penuh pada 2021 serta menyesuaikan waktunya hingga industri siap pada 2023-2025 dengan memperhatikan jenis dan karakteristik dari industri," tulis Agus dalam surat tersebut, dikutip Jumat (10/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berpotensi meningkatkan kecelakaan, mengingat masih banyak infrastruktur jalan yang belum selesai," kata Agus.
Agus menyatakan pengiriman logistik sejauh ini masih bergantung dengan truk. Dengan kata lain, beban logistik mayoritas masih berada di darat.
Diketahui, Kemenhub menargetkan Indonesia bebas truk ODOL pada tahun depan. Namun, pemerintah sudah mulai persiapannya sejak tahun lalu dengan menerbitkan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 21 Tahun 2019 tentang Pengawasan terhadap Mobil Barang atas Pelanggaran Muatan Lebih (Over Loading) atau Pelanggaran Ukuran Lebih (Over Dimension).
Dasar hukum utama penanganan ODOL sendiri tercantum dalam Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain itu ada pula Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 134 Tahun 2015, dan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.736/AJ.108/2017.
[Gambas:Video CNN] (aud/bir)