Perusahaan patungan tersebut akan mengelola 72 stasiun termasuk stasiun kereta api, bandara dan commuterline.
Direktur Utama PT MRT William Sabandar belum mengungkap berapa nilai investasi. Namun, dia mengungkap kepemilikan saham mayoritas ada di MRT sebesar 51 persen dan 49 persen KAI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek MITJ sendiri memiliki dua target pencapaian, jangka panjang dan pendek atau quick win. William menyatakan untuk jangka pendek akan langsung dikerjakan dan ditargetkan selesai pada Maret 2020.
Target jangka pendek meliputi penataan empat stasiun yang akan menjadi 'visual' awal dari gambar keseluruhan proyek kongsian BUMN-BUMD ini. Pengintegrasian akan dilakukan pada stasiun Tanah Abang, Sudirman, Senen dan Juanda.
Para penyedia transportasi swasta seperti ojek online nantinya akan diintegrasikan pada target jangka panjang. Pengintegrasian ini nantinya diyakini dapat menjadi kunci penata lalu lintas masuk keluarnya kendaraan di sekitar stasiun.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa MITJ akan menjadi garda utama pencapaian target ratio commuter sebesar 75:25 pada 2030. Artinya, akan ada 75 persen masyarakat Jabodetabek yang menggunakan kendaraan umum dan 25 persen lainnya kendaraan pribadi.
[Gambas:Video CNN] (wel/age)