Kurs Rupiah Keok ke Rp13.680 per Dolar AS pada Selasa Sore

CNN Indonesia | Selasa, 14/01/2020 16:39 WIB
Kurs Rupiah Keok ke Rp13.680 per Dolar AS pada Selasa Sore Kurs rupiah melemah ke Rp13.680 pada perdagangan Selasa (14/1). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di Rp13.680 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (14/1) sore. Posisi tersebut melemah sebesar 0,05 persen dibandingkan penutupan perdagangan pada Senin (13/1).

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.654 per dolar AS atau menguat dibandingkan posisi Senin (13/1), yakni Rp13.708 per dolar AS.

Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, lira Turki melemah 0,53 persen, peso Filipina 0,39 persen, baht Thailand 0,33 persen, dan ringgit Malaysia 0,23 persen.


Selanjutnya pelemahan juga terjadi pada dolar Singapura sebesar 0,09 persen, dolar Hong Kong 0,03 persen, dan rupee India 0,02 persen.

Sementara, penguatan terjadi pada yuan China sebesar 0,12 persen, dolar Taiwan 0,07 persen. Won Korea juga menguat tipis 0,01 persen terhadap dolar AS.

Kemudian, di negara maju, mayoritas nilai tukar terpantau bergerak melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,13 persen, dolar Kanada 0,15 persen, dan dolar Australia sebesar 0,14 persen. Sementara penguatan hanya terjadi pada euro dengan nilai 0,03 persen terhadap dolar AS.

Meski melemah, Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai rupiah berpotensi menguat kembali karena sentimen kesepakatan dagang antara AS dan China.

"Aura damai dagang AS-China yang kian terasa menjadi faktor yang memantik optimisme pasar," kata Ibrahim saat dihubungi CNNindonesia.com, Selasa (14/1).

Pasalnya, kini hanya tersisa satu hari sebelum penandatanganan kesepakatan di hari Rabu (15/1). 

Selain itu, perwakilan dagang AS pun telah mengungkap terjemahan bahasa Mandarin dari perjanjian tersebut hampir selesai, dan akan dipublikasikan pada hari Rabu (15/1) nanti.

"Dengan begitu, China dan AS kini semakin siap untuk menandatangani gencatan senjata dalam perselisihan tarif selama 18 bulan," lanjutnya.

Lebih lanjut, Ibrahim memprediksi rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp13.678 hingga Rp13.704 pada perdagangan Rabu (15/1) esok hari.

[Gambas:Video CNN] (sfr/sfr)