Pengamat Curiga Pemda Cari Untung Tabung Dana Transfer Daerah

CNN Indonesia | Kamis, 16/01/2020 07:20 WIB
Pengamat Curiga Pemda Cari Untung Tabung Dana Transfer Daerah Pengamat menyatakan ada potensi pemda mencari keuntungan dari mengendapkan dana di rekening kas daerah. (CNN Indonesia/Fandi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah pengamat menyatakan ada potensi pemerintah daerah (pemda) mencari keuntungan dari mengendapkan dana di rekening kas daerah. Sebab, ada keuntungan yang diraih dari bunga yang masuk ke rekening tersebut.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyatakan bunga yang masuk ke rekening kas daerah itu bisa saja diambil oleh pemda untuk keuntungan segelintir pihak. Dengan kata lain, uang dari pemerintah pusat hanya digunakan dari pokoknya saja.

"Saya pikir ini ada kemungkinan ambil keuntungan, bunganya kan bisa masuk ke rekening pribadi untuk keperluan pribadi. Jadi diambil sendiri," ucap Josua kepada CNNIndonesia.com, Rabu (15/1).


Dana daerah itu, kata Josua, biasanya digunakan untuk pembayaran proyek yang sudah direncanakan sejak awal. Namun, realisasinya memang seringkali tak sesuai rencana.

Hanya saja, pemda bisa memanipulasi penggunaan tersebut, sehingga tetap dapat mengambil bunga dari uang yang dikirim oleh pemerintah pusat.

"Karena pada saat ditarik misalnya untuk pembayaran proyek itu hanya gunakan pokok saja, bunga dialihkan ke rekening lain," terang Josua.

Di samping itu, pengendapan dana di rekening kas daerah juga seringkali disebabkan proses pembangunan infrastruktur yang tak sesuai dengan rancangan awal. Dengan begitu, pemda belum mengucurkan dana 100 persen untuk proyek itu.

"Misalnya kontrak proyek Rp100 juta, pengerjaannya baru 80 persen. Jadi yang dibayarkan belum semua," ucapnya.

Ia bilang seharusnya pemda belajar dari pengalaman. Pasalnya, kejadian ini bukan terjadi hanya satu atau dua kali saja.

Menurut Josua, ada kesalahan manajemen dalam pengelolaan anggaran di pemda. Jika memang ada proyek yang tak sesuai dengan rencana, pemda harusnya langsung bisa merancang program lain yang bisa mengembangkan daerahnya lebih produktif.

"Kalau bisa digunakan untuk hal produktif bisa berikan stimulus buat ekonomi," kata Josua.

Pasalnya, kalau banyak dana mengendap di rekening kas daerah, ini bisa diartikan roda perekonomian setempat tak jalan. Konsumsi masyarakat pun bisa terpengaruh.

"Kalau proyek berjalan optimal, belanja lebih optimal dan dampak ke ekonomi lebih besar. Daripada tidak ada sama sekali tidak apa dialihkan ke proyek lain," ungkap dia.

Senada, Ekonom CSIS Yose Rizal Damuri menyatakan peluang korupsi dalam mengelola anggaran dana daerah selalu ada. Terlebih, ada bunga yang didapat dan masuk ke rekening kas daerah setiap tahunnya.

"Ini juga yang diduga seperti itu, kalau ditempatkan di bank kan ada bunga. Tapi bunga ke mana saya kurang tahu," ucap Yose.

[Gambas:Video CNN] (aud/age)


ARTIKEL TERKAIT