Menanggapi perkembangan kasus Jiwasraya, nasabah diam-diam menyimpan keinginan agar uang yang mereka taruh di perusahaan asuransi jiwa pelat merah itu dikembalikan. Puspita, salah satu nasabah produk saving plan Jiwasraya mengaku bersyukur dengan progres permasalahan Jiwasraya.
Namun, ia mengaku masih sangat berharap mendapat kepastian pengembalian dananya. Apalagi, dana yang ditaruhnya tersebut dijadwalkan cair sejak 2018 lalu. Agar tak cuma angin 'surga', ia usul Kementerian BUMN untuk memastikan detail jadwal pengembalian dana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Apakah) Benar? Saya belum yakin. Dananya dari mana?," kata Lee saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (16/1).
Ia mengaku tak ingin berharap banyak terkait pengembalian dana nasabah. Apalagi, ia menilai informasi yang diberikan pemerintah masih setengah-setengah dan kurang meyakinkan. "Saya belum yakin. Informasinya harus jelas," ungkapnya singkat.
Kendati demikian, pria yang akrab disapa Tiko itu belum bisa memberikan proyeksi kapan pembayaran tunggakan klaim mulai dibayarkan kepada pemegang polis produk asuransi saving plan. Pasalnya, hal itu masih dalam tahap pembicaraan dengan perusahaan.
Ia hanya menjelaskan bahwa pengumuman terkait hal tersebut akan diadakan pada Februari 2020. "Nanti itu (detail pembayaran polis), kami lagi atur strategi. Kami umumkan Februari 2020," ungkap dia.
[Gambas:Video CNN] (ara/bir)