Tuntutan pergantian direksi ini disampaikan sebab FKPAAJ menilai jajaran direksi Jiwasraya gagal melaksanakan tugasnya dalam mengungkap skandal Jiwasraya.
Ketua Umum FKPAAJ Andi Mappanyompa keluar dengan tangan hampa, dirinya mengatakan bahwa tuntutannya belum dapat difasilitasi. Ini disebabkan oleh surat audiensi yang diberikannya masih diproses.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, menyelamatkan dana nasabah pemegang polis Jiwasraya.
Kedua, memberikan jaminan keamanan dana para pemegang polis Jiwasraya yang disalurkan lewat distribusi Branch Office System (BOS) atau sistem kantor cabang, Program Manfaat Karyawan (PMK), dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).
[Gambas:Video CNN]
Disebutkan bahwa tuntutan ini ditujukan agar pemasaran distribusi tersebut tidak disamakan dengan produk JS Saving Plan yang bermasalah.
Ketiga, menyelamatkan ribuan nasib pekerja agen Jiwasraya se-Indonesia dengan memberikan jaminan kepastian perbaikan remunerasi pekerja, pengaturan sistem kerja produksi yang baku memenuhi unsur kesetaraan ketenagakerjaan dan revisi Perjanjian Keagenan Asuransi Jiwa (PKAJ).
"Kita coba kasih kesempatan (direksi baru), ya namanya direksi baru. Tapi hari demi hari tidak menunjukkan adanya perbaikan, malah sebaliknya. Sampai hari ini ada 75 kantor cabang (agen asuransi Jiwasraya) yang zero income. Ini bahaya," papar Latin.
(wel/sfr)