Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp410 ribu, 2 gram Rp1,49 juta, 3 gram Rp2,21 juta, 5 gram Rp3,67 juta, 10 gram Rp7,28 juta, 25 gram Rp18,1 juta, dan 50 gram Rp36,13 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp72,2 juta, 250 gram Rp180,25 juta, 500 gram Rp360,3 juta, dan 1 kilogram Rp720,6 juta.
Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, laporan terbaru menunjukkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia hanya 3,3 persen pada tahun ini. "Ini menjadi pendorong penguatan harga emas," ujar Ariston kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/1).
Lebih lanjut, menurutnya, sentimen ini bisa kembali menguatkan harga emas bila beberapa bank sentral global kemudian mengambil tindakan. Misalnya, kembali melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan tingkat suku bunga acuan untuk mendongrak laju ekonomi.
[Gambas:Video CNN]
"Kebijakan moneter yang lebih longgar bisa membantu penguatan harga emas," katanya.
Sementara, bank sentral China, People's Bank of China (PBoC) sudah mengumumkan penyuntikan dana senilai 100 miliar yuan melalui skema reverse repo berdurasi 14 hari. Hal ini dilakukan sebagai stimulus guna menopang perekonomian Negeri Tirai Bambu.
"Pengumuman ini mendorong kenaikan harga emas pagi ini," pungkasnya.