Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kestabilan tersebut tercermin dari kondisi ekonomi dalam negeri. Menurutnya, di tengah kondisi global yang tidak menentu, ekonomi Indonesia masih tumbuh stabil di kisaran 5 persen.
Bukan hanya itu, di tengah ketidakpastian tersebut aliran modal asing yang masuk ke Indonesia juga masih terjaga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada penarikan dana yang berlebihan. Indikator yang dipantau masih bergerak di batas yang normal. Terlihat juga dari stabilitas indeks bank yang turun ke arah indeks 99,92. Itu berarti bank tetap stabil," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan agar ketahanan sistem keuangan dan ekonomi dalam negeri bisa terus terjaga pihaknya akan terus memperkuat bauran kebijakan. Bauran kebijakan tersebut akan diarahkan untuk menjaga dan memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
Ia mengatakan bauran kebijakan sudah mulai dilakukan sejak 2019 lalu. Demi menjaga ketahanan ekonomi dalam negeri, BI sudah menurunkan suku bunga acuan sebanyak empat kali sejak Juli 2029 lalu.
"Untuk injeksi menambah likuiditas perbankan, selain ekspansi moneter, BI juga sudah menambah likuiditas perbankan sekitar Rp53 triliun," katanya.
"Untuk mendorong permintaan kredit BI juga menambah keringanan untuk uang muka kredit properti," katanya. (uli/agt)