Eks Komut Garuda Beri Pesan ke Direksi dan Komisaris Baru

CNN Indonesia | Rabu, 22/01/2020 13:42 WIB
Eks Komut Garuda Beri Pesan ke Direksi dan Komisaris Baru Eks komut Garuda Sahala Lumban Gaol berpesan agar direksi dan komisaris baru memperbesar pendapatan dari bisnis non tiket. (ANTARA FOTO/Lucky R).
Jakarta, CNN Indonesia -- Eks komisaris utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Sahala Lumban Gaol berpesan kepada jajaran direksi dan komisaris baru. Salah satunya terkait pendapatan perseroan agar tidak bertumpu pada penjualan tiket pesawat dari penumpang.

Menurut Sahala, target mengantongi pendapatan di luar penjualan tiket juga tak tercapai di era-nya. "Di masa mendatang, untuk direksi dan komisaris baru, Garuda jangan lagi mengutamakan penerimaan dari penumpang atau tiket," terangnya usai RUPSLB di Kantor Pusat Garuda, Tangerang, Rabu (22/1).

Ia menilai pendapatan ideal harus lah mengutamakan dari sisi non tiket, sekalipun bisnis utama Garuda adalah penerbangan penumpang.

"Itu perlu dicari balance (keseimbangan) antara penerimaan dari tiket dan non tiket. Semoga, penerimaan non tiket lebih besar dari tiket," ujarnya.

Sahala memaparkan pendapatan dari penjualan tiket masih mendominasi sebanyak 80 persen dari total pendapatan pada saat ia masih menjabat sebagai komisaris.

Namun, sebelum akhir masa jabatannya, ia mengklaim mampu mengubah porsi pendapatan non tiket lebih besar menjadikan pendapatan tiket tersisa 55 persen.

"Revenue dari tiket ini kurang lebih 80 persen. Waktu saya jadi komut, pesan dalam rapat pertama, kami buat target mengubah ini secara bertahap agar penerimaan revenue tiket 55 persen," imbuh dia.

Ia menilai upaya untuk memperbesar kantong pendapatan non tiket adalah dengan pengembangan pada sektor kargo dan non kargo.

Apabila strategi mencari pendapatan dari non tiket, ia optimistis persoalan harga tiket menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.

"Harga tiket itu akan lebih affordable (terjangkau) karena didukung penerimaan kargo dan non kargo. Jadi, sistem logistiknya diangkat dan tiket penumpang tidak jadi titik utama penerimaan," katanya.

Strategi lain, sambung Sahala, direksi dan komisaris baru perlu meningkatkan kerja sama. "Jadi, komisaris jangan hanya menuntut laporan, tetapi harus betul-betul jadi satu tim dengan direksi mencari solusi, inovasi, kreativitas dalam mengembangkan Garuda Indonesia," jelasnya.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Risiko Garuda Fuad Rizal masih enggan mengungkap strategi perseroan ke depan. Mantan pelaksana tugas (Plt) dirut yang sempat menggantikan Ari Askhara itu bilang akan melakukan rapat konsolidasi untuk membahas rencana-rencana perseroan.

[Gambas:Video CNN]


"Saya tidak bisa bicara (strategi) panjang lebar. Yang penting konsolidasi (terlebih dahulu)," ungkap Fuad singkat.

Sebelumnya, RUPSLB Garuda resmi menunjuk Irvan Setiaputera menjadi direktur utama. Irvan menggantikan posisi Ari Askhara yang tersandung kasus penyelundupan motor Harley di dalam pesawat Airbus.

Selain menunjuk Irvan menjadi bos Garuda, RUPSLB pun mengangkat Triawan Munaf sebagai Komisaris Utama dan Yenny Wahid sebagai Komisaris Independen. (ara/bir)