Nama-nama baru yang muncul adalah Irfan Setiaputra yang duduk di kursi dirut. Mantan pejabat PT Inti (Persero) yang melanglang buana ke perusahaan teknologi, seperti IBM, Linknet, dan Cisco. Lalu, Triawan Munaf dan Yenny Wahid yang duduk di kursi komut dan komisaris independen.
Namun, patut diingat, masih banyak juga wajah-wajah lama yang menghiasi jajaran direksi dan komisaris Garuda. Sebut saja, Direktur Operasi Tumpal Manumpak Hutapea, Direktur Human Capital Aryaperwira Adileksana, dan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Fuad Rizal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut ia menuturkan pergantian direksi yang tak disertai komposisi pengukuran keberhasilan kerja dan kompetensi, tidak akan menyelesaikan masalah yang ada di badan perusahaan. "Kalau tidak bisa menyelesaikan permasalahan keuangan dalam setahun, siap mundur nggak?" tanya Danang.
[Gambas:Video CNN]
Pengamat Penerbangan Alvin Lie emoh mengomentari penunjukkan direksi dan komisaris baru secara individu. Ia justru menekankan soal utang Garuda yang akan jatuh tempo pada Mei 2020 sebesar US$500 juta atau Rp7 triliun (kurs Rp14 ribu per dolar AS).
Tak hanya soal utang, ia juga mengingatkan soal rute-rute internasional yang merugi. Semisal, London, Inggris. "Kenapa London? Kenapa tidak Amsterdam saja yang lebih ramai?" terang dia.
Pengamat BUMN Toto Pranoto menambahkan persoalan lain Garuda yang perlu dibenahi adalah reputasi dan citra perseroan. "Ini membutuhkan strong leadership, termasuk tata kelola perusahaan yang baik (GCG)," jelasnya.
Sebagai pengingat, beberapa tahun terakhir maskapai pelat ini terbelit sejumlah masalah. Dari sisi keuangan, perusahaan menderita kerugian menahun.
Kinerja perusahaan baru membaik pada kuartal III 2019 lalu dengan raihan laba sebesar US$122,42 juta setara Rp1,71 triliun.
Perusahaan juga menghadapi persoalan manajemen. Pada akhir tahun lalu, mantan Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Ari Askhara diduga melakukan penyelundupan komponen Harley-Davidson dan sepeda Brompton pada armada baru Airbus A330-900 NEO yang didatangkan dari Toulouse, Prancis.
Imbasnya, Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Ari dari posisinya. Tak hanya mengganti Dirut, Dewan Komisaris Garuda Indonesia juga mencopot empat direksi perusahaan yang berkaitan dengan penyelundupan komponen motor Harley-Davidson.
(bir)