Pertama, menyampaikan salam Presiden Jokowi ke Said Aqil. Kedua, mendengarkan langsung pandangan, perhatian dan keprihatinan , kritikan serta harapan PBNU atas kondisi sosial ekonomi dalam negeri saat ini.
Selain itu, pihaknya juga berdiskusi mengenai program pemberdayaan masyarakat. Topik diskusi, salah satunya menyangkut program pemberdayaan masyarakat melalui Kredit Usaha rakyat, Kredit Ultra Mikro dan dukungan pemerintah untuk pesantren dan madrasah termasuk beasiswa santri, bantuan operasional madrasah dan lain-lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang pasti, sebelum Ani berkunjung ke PBNU, Said Aqil pernah menyentilnya. Snetilan berkaitan dengan jani Ani yang mau menggelontorkan kredit murah sebesar Rp1,5 triliun.
[Gambas:Video CNN]
Dalam video yang diterima CNNIndonesia.com, Said mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima sepeser pun dari nilai yang dijanjikan tersebut.
Marsudi Syuhud, Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU menjelaskan janji Rp1,5 triliun merupakan inisiasi langsung Sri Mulyani untuk membangkitkan ekonomi kecil. Ia mengatakan pada periode pertama pemerintahan Jokowi, Sri Mulyani bertandang ke kantor PBNU untuk membicarakan memorandum of understanding (MoU) itu.
"MoU katanya untuk membangkitkan ekonomi kecil, micro finance. Jadi, itu bukan sumbangan untuk menyalurkan kredit terhadap mikro ekonomi kecil karena kekayaan enggak merata, katanya mau begitu. Tapi, enggak jadi juga," ujar Marsudi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (24/12) malam.
(agt)