Sri Mulyani menjelaskan pemerintah China kerap memanfaatkan momentum Tahun Baru Imlek untuk mengerek tingkat konsumsi rumah tangga di negaranya. Namun, virus corona merebak di China bersamaan dengan perayaan Imlek pada akhir Januari ini.
"Biasanya Tahun Baru Imlek adalah momentum China dalam meningkatkan konsumsi di domestik. Tapi virus corona membuat seluruh potensi dari domestik tidak terealisasi, jadi kehilangan momentum," papar Sri Mulyani, Selasa (28/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, sejumlah negara juga harus menyiapkan kebijakan untuk menangkis dampak dari sentimen dari China terhadap ekonomi domestik. Ini juga termasuk bagi Indonesia.
Namun, Sri Mulyani tak menjabarkan detail apa saja yang akan dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga ekonomi dalam negeri di tengah merebaknya sentimen virus corona di China. Hal yang pasti, semua negara harus melihat perkembangan dinamika di global.
Diketahui, wabah virus corona merebak di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Beberapa negara telah mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) ke wilayah tersebut, seperti Inggris.
Sementara, pemerintah China juga mengisolasi penduduk Wuhan akibat virus tersebut. Ini artinya, mereka tidak bisa keluar dari tempat evakuasi hingga batas waktu yang tak ditentukan.
[Gambas:Video CNN] (aud/age)