Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.647 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi Senin (27/1), yakni Rp13.612 per dolar AS.
Tak hanya rupiah, sore hari ini mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, ringgit Malaysia melemah 0,62 persen, baht Thailand 0,49 persen, dan dolar Singapura sebesar 0,09 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Erick Thohir soal Mafia di BUMN: Kita Sikat |
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah pada hari ini masih disebabkan oleh sentimen negatif dari wabah Virus Corona yang belum terselesaikan.
"Hari ini kecemasan pasar tentang dampak ekonomi dari Virus Corona meningkat," kata Ibrahim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (28/1).
"Banyak kota China di provinsi Hubei tengah, tempat virus mirip flu berasal pada akhir tahun lalu itu, sudah dikunci," paparnya.
Akibat virus tersebut, sejumlah warga China pun membatalkan rencana perjalanan selama Tahun Baru Imlek.
"Hal tersebut tentu dapat memukul perekonomian bidang wisata. biasanya musim pariwisata tersibuk, sementara bisnis di banyak kota tutup," tuturnya.
Lebih lanjut, Ibrahim memprediksi rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp13.578 hingga Rp13.711 pada perdagangan Rabu (29/1) esok hari.
[Gambas:Video CNN]
(ara/age)