Penjualan Listrik PLN Cuma Tumbuh 4,85 Persen

CNN Indonesia | Selasa, 28/01/2020 19:23 WIB
Penjualan Listrik PLN Cuma Tumbuh 4,85 Persen Ilustrasi. Penjualan listrik PT PLN (Persero) stagnan sebesar 4,85 persen menjadi 234,16 TWh. (Dok. PLN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penjualan listrik PT PLN (Persero) mandek dengan pertumbuhan 4,85 persen. Padahal, perseroan mencatat kenaikan pelanggan sepanjang 2019 sebanyak 3,78 juta pelanggan baru.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini memaparkan realisasi penjualan listrik perusahaan sebesar 245,52 Terra Watt hour (TWh) pada 2019. Pertumbuhan ini terbilang stagnan dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 234,16 TWh.

Kendati stagnan, namun ia mengatakan realisasi penjualan listrik perusahaan tetap berhasil tumbuh berkat pertambahan jumlah pelanggan. Ia mencatat jumlah pelanggan tembus 75.705.614 orang.


"Ada penambahan pelanggan pada 2019 sebanyak 3.788.217 orang," ujar Zulkifli, Selasa (28/1).

Ia mengungkapkan penambahan pelanggan baru umumnya berasal dari pelanggan kelas rumah tangga. Secara persentase, pelanggan kelas rumah tangga mencapai 93,8 persen dari total pelanggan perusahaan per akhir tahun lalu.

Sementara pelanggan bisnis 2 persen, industri sekitar 0,44 persen, dan penambahan kelas lainnya 3,8 persen pada periode yang sama. Sedangkan porsi penjualan listrik didominasi oleh pelanggan rumah tangga sebanyak 42 persen, bisnis 19 persen, industri 32 persen, dan pelanggan lainnya 7 persen.

Di sisi lain, ia menuturkan kapasitas daya terpasang mencapai 138.077 Mega Volt Ampere (MVA) pada 2019. Rinciannya, menyasar pelanggan rumah tangga 55 persen, bisnis 18 persen, industri 17 persen, dan pelanggan lain 10 persen.

"Penambahan daya tersambung sebesar 7.795 MVA dari tahun sebelumnya," katanya.

Lebih lanjut, penambahan kapasitas terpasang membuat rasio elektrifikasi PLN mencapai 98,89 persen pada 2019. Angka ini meningkat 14,5 persen dari sebelumnya 84,35 persen dari 2018.

Ia merinci rasio elektrifikasi di 29 provinsi sudah lebih dari 95 persen, 4 provinsi berada di kisaran 90 persen sampai 95 persen, dan hanya satu provinsi yang rasionya 80 persen sampai 90 persen.

"Kami akan terus berusaha agar rasio elektrifikasi akan mencapai 100 persen ke depan," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(uli/age)