Ani, panggilan akrab Sri Mulyani, tak berkomentar sedikit pun. Ia berjalan menuju mobil dinasnya usai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/1).
Sebelumnya, SBY mengaku dijadikan salah satu tokoh yang ditargetkan untuk dijatuhkan dalam usulan pembentukan panitia khusus (pansus) Jiwasraya. Informasi itu ia unggah di laman Facebook-nya dengan tajuk 'Penyelesaian Kasus Jiwasraya Akan Selamatkan Negara dari Krisis yang Lebih Besar.'
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada yang 'dibidik dan harus jatuh' dalam kasus Jiwasraya ini. Menteri BUMN yang lama, Rini Soemarno harus kena. Menteri yang sekarang Erick Thohir harus diganti. Menteri Keuangan Sri Mulyani harus bertanggung jawab. Presiden Jokowi juga harus dikaitkan," kata SBY.
Mereka adalah mantan direktur utama Hendrisman Rahim, mantan kepala investasi dan divisi keuangan Jiwasraya Syahmirwan dan, mantan direktur keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo.
Kemudian, direktur utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan presiden komisaris PT Trada Alam Mineral Heru Hidayat.
Jiwasraya sendiri saat ini tengah mengalami masalah likuiditas karena nilai portofolio investasinya yang terus menurun. Alhasil, Jiwasraya memutuskan untuk menunda pembayaran klaim nasabah sebesar Rp802 miliar untuk produk saving plan pada Oktober 2018 lalu.
Berdasarkan catatan keuangan manajemen, ekuitas Jiwasraya negatif sebesar Rp10,24 triliun dan defisit sebesar Rp15,83 triliun pada 2018. Keuangannya semakin memburuk pada September 2019 dengan mencatat ekuitas negatif sebesar Rp23,92 triliun.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)