Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menyebut restrukturisasi utang tersebut merupakan yang pertama dan terbesar, setelah upaya yang dilakukan perseroan selama dua tahun terakhir.
"Memang tidak mudah, ini adalah restrukturisasi utang mungkin yang terbesar, sekitar US$2,2 miliar. Prosesnya panjang, dimulai dari 20 Desember 2018 sampai 12 Januari 2020," kata Silmy dalam Public Expose Krakatau Steel di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (28/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penandatanganan persetujuan pembiayaan ini dilakukan untuk mendukung rencana transformasi bisnis keuangan Krakatau Steel menjadi lebih sehat.
"Beban bunga dan kewajiban pembayaran pokok pinjaman menjadi lebih ringan, sehingga membantu perbaikan kinerja perusahaan dan memperkuat
perusahaan" ucap Silmy.
"Proyek restrukturisasi ini akan berlangung selama sembilan tahun. Jangka panjang, diharapkan operasi perusahaan menjadi lebih baik," ujarnya.
Melalui restrukturisasi Ini, total beban bunga utang Krakatau Steel selama sembilan tahun dapat diturunkan secara signifikan dari US$847 juta menjadi US$66 juta.
"Selain itu, penghematan biaya juga kami dapatkan dari restrukturisasi Krakatau Steel utang selama sembilan tahun sebesar US$685 juta", pungkasnya.
Berikut adalah total pinjaman Krakatau Steel :
1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk : US$618.288.941
2. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk : US$425.924.860
3. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk : US$337.391.891
4. PT Bank CIMB Niaga Tbk : US$238.336.921
5. PT Bank OCBC NISP Tbk : US$138.659.862
6. PT Bank ICBC Indonesla : US$44.269.390
7. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia :US$79.832.618
8. PT Bank DBS Indonesia : US$48.617.012
9. Standard Chartered Bank : US$25.620.928
10. PT Bank Central Asia Tbk : US$48.693.599
Total : US$2.005.636.024
Menurut Silmy, impor baja saat ini sudah menghantam industri baja nasional dari hulu hingga hilir. Hingga September 2019, besi dan baja masih menempati posisi tiga besar komoditi impor yang masuk ke Indonesia dengan nilai US$7,63 miliar.
"Bersama Kementerian BUMN, kami memberikan masukan kepada kementerian terkait agar pasar dan industri baja di Indonesia bisa lebih sehat," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
(ara/age)