Hal itu disampaikan Erick saat memberikan tanggapan terkait restrukturisasi utang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk pada Selasa (28/1).
"Sekarang kuncinya operasional. Saya titip ke pak Wamen, kalau habis restrukturisasi, operasional mesti benar. Jangan nanti ada problem di menteri yang akan datang, 5 tahun lagi atau mungkin setahun lagi. Mungkin saja saya dicopot setahun, yang mau goyang suruh mundur banyak kok," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak mau lihat video-video hanya teori. Buat video itu gampang. Tapi, apa secara operasionalnya kedepan?" imbuh dia.
Ia kemudian menjelaskan bahwa Kementerian BUMN akan selalu mendukung direksi ataupun komisaris dari Krakatau Steel untuk menyelesaikan persoalan utang perseroan.
Lihat juga:Erick Thohir soal Mafia di BUMN: Kita Sikat |
Krakatau Steel telah berhasil melakukan restrukturisasi utang perseroan sebesar US$2,2 miliar atau Rp30 triliun.
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menyebut restrukturisasi utang tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah Indonesia, setelah upaya yang dilakukan perseroan selama dua tahun terakhir.
"Memang tidak mudah, ini adalah restrukturisasi utang mungkin yang terbesar, sekitar US$2,2 miliar. Prosesnya panjang, dimulai dari 20 Desember 2018 sampai 12 Januari 2020," kata Silmy.
[Gambas:Video CNN]
(ara/bir)