Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan perseroan telah melakukan kajian substitusi BBM ke gas sejak setahun terakhir. Kajian itu dilakukan pada penggunaan PLTD di lima wilayah kerja.
Dari hasil kajian tercatat kebutuhan konsumsi BBM mencapai 2,6 juta kiloliter (kL) pada 2019. Dari jumlah itu sekitar 1,6 juta kL atau setara 61,53 persen bisa dipenuhi dengan penggunaan gas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka dari itu, PLN telah melakukan identifikasi untuk memetakan perencanaan konstruksi pembangkit dan pengoperasian pembangkit yang menggunakan BBM dan gas," jelasnya.
Lihat juga:KPPU Temukan Garam Impor 'Tercecer' di Pasar |
Sementara impor minyak yang tinggi membuat defisit neraca perdagangan meningkat. Persoalan ini kemudian menjalar ke Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang ikut defisit.
Di sisi lain, pemerintah juga berusaha mengurangi impor minyak dengan program mandatori biodiesel sebanyak 20 persen (B20) pada tahun lalu dan 30 persen (B30) pada tahun ini. PLN pun jadi sasaran implementasi program ini dengan menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar pembangkit listrik.
[Gambas:Video CNN]
(uli/age)