Bendahara negara mengatakan penunjukkan Mirza sengaja dilakukan karena memiliki pengalaman di bidang jasa keuangan. Sebelumnya Mirza pernah berkarir di Bank Sumitomo, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga akhirnya berlabuh di BI.
Selain itu, jabatan di bank sentral nasional juga membuat Mirza pernah berada di Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Kebetulan komite itu diketuai oleh Sri Mulyani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Mirza, mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu juga menunjuk Wakil Direktur Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Kiki Verico sebagai 'pembantunya'. Kiki mendapat tugas sebagai Tenaga Ahli Menteri Keuangan Bidang Industri dan Perdagangan Internasional.
Menurutnya, Kiki memiliki latar belakang yang cocok untuk posisi ini. Lebih lanjut, posisi ini dibutuhkan untuk membantunya dalam percepatan transformasi struktur ekonomi di Tanah Air.
Selain dua tenaga ahli, ia juga menunjuk lima orang menjadi Staf Khusus Menteri Keuangan. Mereka adalah Mohamad Al-Arief sebagai Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis dan Candra Fajri Ananda, sebagai Staf Khusus Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal Sektoral.
"Masalah keuangan daerah sekarang ini dipegang Pak Candra karena semua tahu bahwa keuangan daerah sepertiga dari belanja negara. Pengalamannya sebagai ekonom menjadi sangat penting," katanya.
"Seperti diketahui, Kementerian Keuangan banyak sekali harus melakukan negosiasi bilateral dari sisi seluruh di dalam double tax agreement di ASEAN, termasuk ASEAN Free Trade, semuanya perlu terus diperkuat," terangnya.
Sebelumnya, Sri Mulyani juga menambah tiga staf ahli, yaitu Yon Arsal sebagai Staf Ahli Bidang Kepatuhan Pajak, Nufransa Wira Sakti sebagai Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak, dan And. Kunta Wibawa Dasa Nugraha sebagai Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara. Ketiganya mulai bertugas sejak hari ini.
[Gambas:Video CNN]
(uli/age)