BPS Ramal Virus Corona akan Tekan Kunjungan Wisman pada 2020

CNN Indonesia | Senin, 03/02/2020 20:31 WIB
BPS Ramal Virus Corona akan Tekan Kunjungan Wisman pada 2020 BPS meramal penyebaran wabah Virus Corona akan membuat kunjungan wisatawan asing ke Indonesia turun.(CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) akan menurun. Penurunan dipicu merebaknya Virus Corona.

Penurunan paling berasa akan terjadi pada wisman asal China.

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan jumlah kunjungan wisman berpotensi turun karena pemerintah sudah melarang warga negara China masuk ke Indonesia. Larangan itu baru saja diumumkan pemerintah kemarin, Minggu (2/2).


"Kalau dilihat ada larangan dari pemerintah untuk berkunjung ke sini. Kalau ada larangan pasti mempengaruhi jumlah kunjungan wisman," ucap Suhariyanto, Senin (3/2).

Namun, Suhariyanto tak menyebut lebih detail potensi penurunan jumlah wisatawan wisman akibat larangan warga negara China berkunjungan ke Indonesia.

Berdasarkan data BPS, jumlah kunjungan wisman pada Desember 2019 hanya 1,37 juta. Angkanya turun 2 persen jika dibandingkan dengan Desember 2018 yang mencapai 1,4 juta kunjungan.

Namun, jumlah kunjungan wisman pada Desember 2019 lebih tinggi 7 persen ketimbang bulan sebelumnya yang sebanyak 1,28 juta. Sementara, sepanjang tahun lalu jumlah kunjungan wisman sebanyak 16,11 juta atau naik 1,88 persen dari 2018 yang sebanyak 15,81 juta kunjungan.

Jumlah wisman dari China sendiri tahun lalu sebanyak 2,07 juta. China sendiri menjadi salah satu negara yang warganya banyak berkunjung ke Indonesia.

[Gambas:Video CNN]
Sementara, Suhariyanto juga mengklaim Virus Corona akan mempengaruhi perdagangan global. Oleh karena itu, nilai ekspor dan impor Indonesia ke depannya akan berdampak negatif pada neraca perdagangan Indonesia.

"Nanti akan dilihat, itu mempengaruhi karena China salah satu mitra dagang Indonesia," jelas Suhariyanto.

Informasi saja, neraca perdagangan Indonesia tercatat defisit senilai US$3,2 miliar sepanjang 2019. Torehan defisit ini lebih kecil dibandingkan realisasi 2018 yang sebesar US$8,69 miliar.

Defisit terjadi karena nilai ekspor lebih kecil dibandingkan impornya. Ekspor masih tumbuh 6,94 persen dibandingkan dari tahun lalu menjadi US$167,53 miliar. Sementara impor nilainya mencapai US$170,2 miliar meski merosot merosot 9,53 persen (yoy).


(aud/agt)