Erick Thohir 'Was-was' Laju Ekonomi Cuma di Bawah 5 Persen

CNN Indonesia | Senin, 10/02/2020 18:23 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir khawatir laju ekonomi Indonesia terseret ke bawah 5 persen karena wabah Virus Corona. Erick Thohir khawatir wabah Virus Corona akan menekan perekonomian RI ke bawah 5 persen. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir khawatir pertumbuhan ekonomi tahun ini tak akan mencapai 5 persen pada 2020. Kekhawatiran Erick mencuat setelah dampak epidemi Corona mulai merembes ke sektor ekonomi.

Bahkan, bila berlarut-larut, mimpi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membawa perekonomian Indonesia menduduki lima besar dunia pada 2045 sulit tercapai.

"Ketika epidemi (Corona) terjadi, bukan ke pure kesehatan tapi juga ke ekonomi. Kita (Indonesia) punya target 5 persen, membuka lapangan kerja tidak akan maksimal. Mimpi kita di 2045 yang katanya Indonesia ranking 5 besar dunia tidak akan tercapai," papar Erick saat menghadiri acara integrasi dan peningkatan nilai Rumah Sakit BUMN pada Senin (10/2),


Melihat dampak epidemi kesehatan yang tengah menggerus perekonomian Negara Tirai Bambu, Erick meminta perusahaan BUMN untuk menyiapkan langkah antisipasi sebab epidemik kesehatan seperti Virus Corona bisa terjadi kapan saja.

Erick mencontohkan jatuhnya produktivitas China karena banyaknya pekerja yang harus dirumahkan. Keadaan ini diperparah oleh keengganan asing untuk mengunjungi China hingga waktu yang belum ditentukan.

"Tenaga kerja banyak yang harus dirumahkan jadi produktivitasnya hilang. Expert (tenaga ahli) enggak ada yang mau ke China. Padahal, 50 tahun yang lalu China mau buka tempat bekerja expert," kata Erick.

Selain itu, Erick mengaku khawatir akan terganggunya rantai pasok atau supply chain jika perkembangan Virus Corona terus berlanjut. Dalam mengantisipasi hal tersebut, Erick mengatakan Rapat Terbatas (Ratas) akan diadakan besok dengan arahan dari Presiden Jokowi.

Erick menyebut ratas di kalangan menteri tersebut akan membahas mengenai antisipasi hubungan investasi dengan asing akibat Virus Corona serta langkah mengatasi penurunan angka wisatawan dan ekspor yang akan melambat

[Gambas:Video CNN]

Dilansir dari AFP, per Senin (10/2) pagi, epidemi Virus Corona yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China telah memakan korban sebanyak 908 jiwa. Kasus kematian terbanyak pada 24 jam terakhir terjadi di China yaitu 91 meninggal dunia.

Jumlah ini membuat Virus Corona lebih mematikan ketimbang Virus Severe Acute Respiratory Syndrom (SARS) yang membunuh 774 orang dan menginfeksi 8ribu orang pada periode 2002-2003.



(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK