Bahkan, bila berlarut-larut, mimpi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membawa perekonomian Indonesia menduduki lima besar dunia pada 2045 sulit tercapai.
"Ketika epidemi (Corona) terjadi, bukan ke pure kesehatan tapi juga ke ekonomi. Kita (Indonesia) punya target 5 persen, membuka lapangan kerja tidak akan maksimal. Mimpi kita di 2045 yang katanya Indonesia ranking 5 besar dunia tidak akan tercapai," papar Erick saat menghadiri acara integrasi dan peningkatan nilai Rumah Sakit BUMN pada Senin (10/2),
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Erick mengaku khawatir akan terganggunya rantai pasok atau supply chain jika perkembangan Virus Corona terus berlanjut. Dalam mengantisipasi hal tersebut, Erick mengatakan Rapat Terbatas (Ratas) akan diadakan besok dengan arahan dari Presiden Jokowi.
Erick menyebut ratas di kalangan menteri tersebut akan membahas mengenai antisipasi hubungan investasi dengan asing akibat Virus Corona serta langkah mengatasi penurunan angka wisatawan dan ekspor yang akan melambat
[Gambas:Video CNN]
Dilansir dari AFP, per Senin (10/2) pagi, epidemi Virus Corona yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China telah memakan korban sebanyak 908 jiwa. Kasus kematian terbanyak pada 24 jam terakhir terjadi di China yaitu 91 meninggal dunia.
Jumlah ini membuat Virus Corona lebih mematikan ketimbang Virus Severe Acute Respiratory Syndrom (SARS) yang membunuh 774 orang dan menginfeksi 8ribu orang pada periode 2002-2003.
(wel/sfr)