Dalam dokumen tersebut, kereta cepat Jakarta-Semarang akan memangkas waktu tempuh perjalanan dari 5 jam menjadi 3,5 jam.
Selain kereta cepat Jakarta-Semarang, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang tengah dikerjakan juga masuk dalam daftar proyek prioritas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain proyek kereta cepat di Pulau Jawa, pemerintah juga menjadikan proyek kereta api Makassar-Pare-pare sebagai proyek prioritas.
Proyek kereta api ini akan menghubungkan kawasan industri dengan Pelabuhan Garongkong dan Makassar New Port.
Indikasi kebutuhan pendanaan dari proyek kereta api Makassar-Pare-pare adalah Rp6,4 triliun yang bersumber dari APBN sebesar Rp3,8 triliun dan KPBU Rp2,6 triliun.
Sebagai informasi, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung saat ini dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC). Proyek ini diperkirakan menelan investasi hingga US$6 miliar atau sekitar Rp81 triliun (asumsi kurs Rp13.500 per dolar AS).
KCIC merupakan badan usaha yang dimiliki oleh konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergabung dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan China Railway International Co. Ltd.
[Gambas:Video CNN]
PSBI sendiri merupakan perusahaan patungan beberapa perusahaan BUMN. Perusahaan pelat merah yang dimaksud antara lain, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan porsi kepemilikan 38 persen, KAI sebesar 25 persen, PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) sebesar 25 persen, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan porsi kepemilikan 12 persen.
Pemerintah menargetkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung beroperasi pada 2021.