EDUKASI KEUANGAN

Mencari Peluang Bisnis Menguntungkan Jelang Ramadan

CNN Indonesia | Sabtu, 15/02/2020 09:15 WIB
Masyarakat perlu menyiapkan beberapa hal jika ingin menjadikan momentum ramadan dan lebaran sebagai ladang cuan. Momentum ramadan bisa menjadi ladang cuan bagi pedagang musiman. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --
Momen puasa dan lebaran selalu menjadi saat yang ditunggu-tunggu oleh berbagai kalangan, tak terkecuali pedagang. Dari jauh-jauh hari, pemburu cuan sudah harus memutar otak agar tak kalah cepat dalam menangkap peluang usaha.
Berbagai macam usaha dapat dijadikan opsi mengingat luasnya tebaran peluang yang ada. Pemilihan bidang bisnis dapat disesuaikan dengan keterampilan dan besarnya modal yang dimiliki.
Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho mengatakan persiapan menjelang lebaran kental dengan bisnis musiman. Dia menyebut bisnis yang paling banyak dijajaki adalah usaha konsumsi seperti makanan dan minuman.
"Persiapan menjelang lebaran banyak bisnis musiman, makanan yang paling besar, dari (makanan) buka puasa sampai pilihan kue-kue kering waktu lebaran," jelasnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (13/2).

Untuk kuliner, Andy menyebutkan beberapa varian khas puasa dan lebaran yang dapat dilirik seperti kurma, cendol, kolak, biji salak, dan makanan-minuman penyegar lainnya.
Bagi para pedagang yang lebih besar, Andy menyebut jasa katering dan penyedia parcel dapat dilirik. Jasa katering dapat ditawarkan untuk acara-acara yang bersifat masal seperti acara buka puasa bersama atau kepentingan acara sosial lainnya.
"Apalagi tren yang saya lihat, orang tidak hanya beli untuk dirinya sendiri tapi juga untuk disumbangkan, bahkan bisa menjadikan penjualan booming (karena) biasanya suka (untuk) disedekahkan," katanya.
Usaha lainnya yang lumrah disediakan pada momen menjelang lebaran adalah penjualan pakaian, variannya pun bermacam-macam dari pakaian muslim seperti kaftan, hijab, baju koko, dan mukena hingga pakaian casual atau santai lainnya.

Selain menyediakan barang dagang, bisnis di bidang jasa juga akan ramai diminati, sebut saja jasa penyedia asisten rumah tangga. Andy menilai tradisi mudik biasanya menyisakan persoalan sementara yang dapat dijadikan peluang usaha atau yang dikenal dengan jasa infal.
"Para penyedia jasa sudah mulai mengumpulkan pekerja yang bisa kerja saat asisten rumah tangga pulang kampung 1 sampai 2 minggu," paparnya.
Senada, Perencana Keuangan OneShildt Financial Planning Budi Rahardjo mengatakan selain asisten rumah tangga, jasa lainnya yang akan ramai dicari adalah jasa penjaga anak atau babysitter. Menurut pengalamannya, libur nasional yang tak sepanjang cuti mudik menjadikan jasa babysitter diburu oleh para orang tua yang kembali masuk kerja.
 
Peluang Bisnis Tersegmentasi
Selain bisnis-bisnis dengan kompetisi tinggi, beberapa usaha lain yang membidik pasar tertentu juga dapat dijadikan ide bisnis yang menggiurkan. Hari raya lebaran acap menjadi momen liburan keluarga yang membutuhkan akomodasi penunjang seperti penginapan.


Dengan maraknya situs penyedia penginapan online yang dapat dimanfaatkan, Budi mengatakan para pemilik kamar kosong dapat memanfaatkan momen lebaran untuk menambah pundi-pundi tabungan.
"Biasanya orang-orang liburan keluarga, bagi yang punya rumah di kawasan strategis bisa dari jauh-jauh hari ditawarkan di aplikasi online," saran Budi.
Selain tempat menginap, dia juga menilai jasa transportasi beserta supirnya juga akan dicari mengingat tingginya angka mudik yang terjadi setiap tahunnya. Dia mengatakan kendaraan yang tak terpakai dapat disulap menjadi lahan bisnis untuk satu hingga dua minggu menjelang dan pasca lebaran.
Bisnis unik lainnya yang biasanya muncul setiap menjelang lebaran adalah penyedia jasa tukar uang receh. Kerap kali mereka yang malas atau berjarak jauh dari instansi penukaran uang lebih memilih untuk menggunakan jasa tukar uang receh yang tersedia.

[Gambas:Video CNN]

Untuk tips tambahan, Andy mengatakan dalam menghindari kompetisi dalam bisnis musiman, menjual makanan dan minuman selepas lebaran dapat dijadikan pilihan mengingat masih banyaknya para pemudik yang belum aktif menjajakan jualannya sementara permintaan masih akan tinggi.
"Jika tidak mau berdagang banyak saingan maka berdagangalah saat minim kompetisi, berdaganglah saat lebaran dan satu-dua minggu ke depannya, saingannya berkurang, tapi (konsumen) masih harus makan," katanya menyarankan.

(wel/sfr)